Minggu, 23 November 2014

waktu...

Dear...
PENGUASA WAKTU

khazanah hidup sebagai seorang manusia memang tak selalu menjadi yang benar
rasa nikmat dunia memang menyenangkan
iya memang alangkah menyenangkan andai tak terbatas waktu
lantas bagaimana jalan lintasnya?
somehow somewhere somewhy some yang lainnya
sebuah pengandaian itu lebih sering diucapkan ketimbang pencapaian pada realitasnya
jadi sebuah pengandian akan kah lebih bermakna dari realitasnya?
sejak matahari terbit sampai terbenam berlari sejauh mungkin meninggalkan kenyataan
kenyataan yang bingar dengan kilaunya ricuh pecahnya kandas
pastikan saja tak pernah salah dalam kicauan waktu

Sabtu, 11 Oktober 2014

you show me how to cry

you show me how to cry
"blablabla" macam apa yang ada di sarang tawon?
secara tak sengaja kau telah mengangakan "blablabla" itu
sejak detik itu berhayun lengah tak tegar
what's wrong?
masih tersilahkan kata itu muncrat ditelingaku?
you show me how to cry
jangan rasakan terpaan angin! jikalau kau tak siap memerahnya matamu
bisa saja kau lenggangkan kacamata di hidung mancungmu itu
tapi ingat, kau takkan melihat pusaran angin menggelayut manja di atas tanah bersama guguran daun
masih kau tanyakan?
memang lumut tak kan hidup tanpa inangnya
walau begitu, lumut selalu dapat menghancurkan inangnya secara perlahan
baguskan perumpamaanku?
itulah dirimu seonggok daging yang disepuh logam mulia
logam mulia?
ahh tidak, itu bukan kamu
logam mulia imitasi tepatnya
setidaknya lebih baik daripada bungkus mie instan
plastik mie instan kan tak pernah bisa dipamerkan di muka umum
yasudahlah setidaknya ada hal yang bisa aku dapatkan
okelah bye

#entahlah


Kamis, 17 Juli 2014

rumah, kembali dan bersandar

tujuan hidup sesorang tak akan berakhir dengan rasa tanda tanya?
iyakan?
karena pasti ada akhirnya?

bahkan anak kucing yang dibuang pemiliknya pun akan menemukan rumah
rumah pemilik barunya atau rumah disela-sela reruntuhan bangunan
tak peduli rumah yang seperti apa

rumah adalah tempat untuk memulai dan kembali
sehingga tak harus dengan ketentuan yang menyangkut didalamnya
semua akan terpenuhi dengan perasaan SAYANG, SYUKUR dan BAHAGIA

sudahkah?
akankah?
iya!

saat tidak tepat sekalipun kita akan kembali ke dalamnya
ketika pintu terbuka disitulah ada kehidupan
bahkan saat pintunya tertutup, masih dimungkinkan ada kehidupan

saat ragu datang menggoda
aku di sini
tempat untuk kembali dan bersandar

Aapalah?

kadang setiap kali aku mendengarkan mu
seolah kamu itu nyata di sini
yang aku tangkap dari melodi itu semacam aliran listrik atau sengatan macam apalah?

iya sih bukan
tapi..
aku melompat dan juga berdendang??

wajahmu tak akan pernah ku lupa
kini baru aku tau kadang hati bukan seperti otak ya?
ingatan itu tidak sama dengan hapalan?

aku yakin itu
tentang apa?
tentang hidupku, mungkin?

tak harus bertubuh dengan mu
tak harus juga menjauhkan mu
hanya saja, mengagumi mu dari jauh

antara benua tak jadi masalah
antara bahasa tak jadi masalah
antara prinsip itu mungkin yang disebut pengecualian

selamat merayakan keajaiban dalam hidupmu
aku akan berjuang untuk diriku
aku akan berusaha untuk itu

Minggu, 01 Juni 2014

si kantung plastik gorengan

bagiku tidak ada yang menjadikanku tidak bermanfaat yang aku lakukan di dunia ini. sebuah usaha dan penantian tidak akan sia-sia ketika kita melakukan. aku sebuah kantung plastik gorengan dengan bahagia menjadi tempat bagi semua gorengan yang dipesan pembeli. sahabatku adalah koran bekas untuk menyerap minyak.

tak masalah bagi kami bersahabat, aku adalah kantung plastik gorengan akan menjaga gorengan-gorengan panas sampai ke perut pembeli dengan senang hati. aku tau aku akan dibuang tentunya di tempat sampah. aku tau aku akan bertemu botol bekas, kertas bekas bahkan terkadang aku bertemu si uang kertas.

kehidupan menjadi kantung plastik gorengan sangatlah singkat. aku akan dikeluarkan dari tempat ku. lalu aku akan digunakan dan aku akan dibuang seketika gorengan habis. aku akan melalui proses daur ulang kembali. bagian-bagian tubuhku akan dicabik-cabik dan digabungkan kembali dengan bagian-bagian tubuh yang lainnya. sehingga kami akan bersatu menjadi jiwa yang baru lagi.

begitulah kami, kantung plastik gorengan.

beracun

biarkanlah semua berjalan seperti biasa
ketika bibir menggumam dan mata menyipit menatap
takkan meneteskan rasa kecewa

aku tetap berjalan seperti biasanya
tak ubahnya aspal jalanan
tak kan merasa hancur dilindas kendaraan berat

bukan aku namanya
jika seperti dodol
manis tetapi lembek

bukan aku namanya
jika seperti kerupuk
renyah tetapi mlempem

pernahkah terfikirkan
menjadi ketela?
mengakar dan beracun

beracun untuk melindungi harga diri

Kamis, 29 Mei 2014

entahlah

bagi ku....
membuat pilihan itu mudah
tetapi...
menetapkan pilihan itu tak semudah membuat pilihan

setiap saat berbaring menatap langit-langit
pikiranku tak akan pernah berhenti untuk memperbanyak pilihan itu

berkali ku coba mengkerucutkan sebuah teka-teki dengan sebuah kertas
menggoreskan tinta membuat kesatuan kerangka konsep
sekali aku menjadi gila

entahlah...

harusnya aku bertanya dulu kepada meja kayu tua
sebelum aku menjadikan kursi plastik sebagai penopang badanku

entahlah...

bagaimana bisa sebuah jam tangan mengingatkanku
detik memanggilku
menit menekanku
jam pun akan membunuhku

entahlah...



Rabu, 28 Mei 2014

hanya saja mata itu

part 1
berualang kali
setiap kali
aku menatap sendiri 
............................

sejak hari ke 7 pertemuanku dengan seorang di kereta lokal jogja-solo itu entah sebuah drama ataukah sebuah jejak untuk ku rangkai menjadi sebuah cerita yang hanya dimulai dari sebuah sepatu converse absurd.

"sepatu kesayangan?" seorang ibu bertanya kepadaku

"hm, iya bu" jawabku tak berdaya sembari melihat sepatu rapuhku

"anak saya punya sepatu sepertimu"

"hehehe, tapi tidak buluk seperti saya kan bu?"

"sama, hanya saja letak jahitannya disebelah kiri"

ibu itu hanya menerawang menikmati pemandangan.
aku tak tau harus berkata apa karena percakapan ini tidak pernah terbayangkan oleh ku.
5 menit berikutnya ibu itu menggenggam tanganku.
aku sangat kaget dan aku berusaha tenang.

"ada apa bu? tangan ibu dingin tapi hangat?"

"sebentar saja"

aku tak tau maksud ibu itu dengan sebuah kalimat "sebentar saja".

"ibu itu menatapku, kamu akan pergi kemana nak?"

"saya hanya jalan-jalan bu"

"kamu sendirian?"

"iya bu, ibu sendiri"

"saya akan pulang"

kami berbincang ramah dan hangat. sampai kami ketiduran.

kereta berhenti di stasiun dan ibu itu turun sambil memberiku sebuah kotak kaleng kecil untuk aku simpan sebagai ucapan terimakasih. aku juga memberikan ibu itu sebuah gambar siluet ibu itu ketika beliau tadi sempat tidur, dan aku sempat menggambarnya, karena aku tak membawa apa-apa.

**